Pulau Komodo

Jakarta-Bali-Labuan Bajo-Waerebo-Ruteng-Kelimutu-Maumere-Bali-Jakarta




Ini perjalanan yang penuh keberuntungan. Kenapa? Karena satu bulan sebelum keberangkatan saya belum booking kapal. Kenapa saya harus pesan kapal terlebih dahulu? Karena saya pergi saat musim liburan dan tim saya hanya 3 orang jadi pilihannya antara dua sewa kapal dengan biaya yang mahal atau nebeng dengan tim lain (itu pun kalau nemu rombongan lain). Jadi ceritanya saat di Jakarta saya mengontact no telepon tukang-tukang kapal yang direkomendasikan dari blog yang saya baca dan rata-rata mereka memberi harga (Rp.2jt/org) untuk 3h/2m, itu sangat mahal. Manfaatnya baca-baca blog orang (makasih ya yang sudah berbagi cerita dan info), saat itu ada yang coment menawarkan share cost kapal mereka sudah booking kapal dengan biaya (Rp.7,5jt) untuk kapasitas 6 org 3h/2m include makan, minum, snack dan alat snorkeling dengan c/p (pak Jefry 081236989982) tanpa pikir panjang salah seorang teman saya mengontact no yang tertera dan kami pun bergabung, disinilah letak keberuntungan saya. 

Kalau mau lihat gili lawa harus naik puncak itu ya..
Gili Lawa/gili laba
Kembali ke cerita awal, tibalah saatnya sailing tepat pukul 9 pagi kami bersiap di dermaga, tapi apa daya keberangkatan tidak sesuai dengan jadwal yang tim saya inginkan. Waktu molor hingga 1,5 jam karena mesin kapal yang susah hidup dan drama ke2nya ketika mesin kapal mulai nyala, kapalpun sudah meninggalkan dermaga tiba-tiba dikejutkan dengan tertinggalnya alat snorkeling, ohhh no....lalu kapal kembali lagi ke dermaga untuk mencari penyewaan alat snorkeling, yasudah dibawa enjoy aja menikmati waktu yang terbuang amatlah banyak. Kapal mulai menjauh dari dermaga dan dipastikan semua sudah lengkap, kami berenam pun mulai menikmati semilir angin, laut biru, bukit-bukit khas pulau komodo dan saling berbagi cerita karena 3 orang lainnya merupakan teman baru yang terbentuk saat share cost kapal. Aktifitas diatas kapal pun dimulai dengan makan siang sambil ditemani ombak, dan saat bangun pagi pun disuguhkan pemandangan sunrise yang sangan cantik, matahari terlihat begitu besar dari balik bukit sungguh pengalaman baru untuk kami berenam. 

dari depan Nova, Ka Mey, Ka Indah Iki, Melvin (nemu orang yang namanya cuma beda huruf N), Melvi, Clara


Selalu kenyang 
Schedule kami saat itu hari pertama mengunjungi pulau kanawa dan gili lawa/gili laba dan kapal bermalam di gili lawa, hari ke2 manta point, pink beach, pulau padar dan kapal pun bermalam di pulau padar. Hari ke3 pulau rinca dan pulau kelor lalu kembali ke labuan bajo.


 Pemilihan pulau-pulau tersebut harus di rundingkan dengan kapten kapal untuk menentukan jarak-jarak pulau yang berdekatan dan mengikuti arah angin jd kita ikut apa kata kapten kapal saja. 

pemandangan bangun tidur
Sempat pesimis tidak bisa melihat komodo karena musim kawinnya komodo di bulan-bulan yang saya pergi ini dan konon katanya kalau sedang musim kawin, komodo pasti sembunyi lalu kapten kapal menyarankan agar kami mengunjungi pulau Rinca saja karena disana komodonya mudah ditemui, dan benar kata Kapten, baru masuk gerbang kami sudah disambut oleh komodo yang sedang bermalas-malasan di bawah pohon bakau. Sampailah kami di tempat pembelian tiket masuk pulau rinca, si penjaga tiket bemberi karcis yang begitu banyak entahlah itu untuk apa saja, dan saya harus membayar (Rp.400rb) untuk 6 orang jadi perorang sekitar (Rp.67rban). Lalu saya bertanya barapa ranger yang akan menemani rombongan kami? Si bapak menjawab 1, padahal si bapak mengharuskan saya membayar 2 ranger tapi yang menemani kami hanya 1 ranger, sudah berdebat karena ketidak adilan tapi tetap saja kami sebagai tamu yang harus mengalah :( yasudahlah ya yang penting rombongan kami aman tidak menjadi santapan para komodo. 


Setelah selesai urusan pertiketan kami pun mulai mencari-cari dimana binatang purbakala itu goler-goleran, ahaay tidak jauh dari tempat kami membeli tiket tiba-tiba kami dikejutkan oleh 2 komodo besar yang kata rangernya mereka sedang kawin perkiraan umur si jantan sekitar 30 tahun dan si betina sekitar 16 tahun (wah dapat daun muda tuh si komo hahah) kami pun mulai memperkecil volume suara karena takut mengganggu mereka, akhirnya saya melihat juga komodo kawin secara live hahaha.. pengalaman yang sangat jarang. 





Selepas mendarat di labuan bajo dan hari itu merupakan hari terakhir kebersamaan maka, kami memutuskan untuk dinner di Cafe Artomoro karena besoknya Melvin akan melanjutkan ke Rinjani, sedangkan tim saya dan tim kak Mey melanjutkan ke Waerebo.

ini loh si manta, pari besar


Pink beach


Sunset di Pulau Padar

selanjutnya Waerebo >>

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waerebo

Kursus Jahit